Beberapa waktu beredar video viral tentang seekor buaya di sungai Barito yang katanya sedang pura-pura tenggelam untuk menipu manusia agar turun ke air, tapi untuk menjadi mangsanya.
Seakan-akan
buaya itu memainkan trik psikologis yang pintar, “Tolong aku, aku tenggelam!”
lalu hap! mangsanya hilang.
Sebelum kita lanjut,
mari kita luruskan dulu satu hal: buaya memang pintar. Mereka bukan sekadar
reptil besar yang berenang santai menunggu mangsa. Mereka punya insting berburu
yang luar biasa.
Tapi apakah
mereka benar-benar bisa “berpura-pura tenggelam” untuk memancing manusia ke
dalam air? Wah, itu terdengar seperti plot film fiksi, bukan fakta ilmiah.
Tapi para ahli
buaya dari Australia dengan cepat membantah klaim ini. Mereka bilang, “Sorry,
tapi buaya nggak sepintar itu dalam memahami perilaku manusia.”
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Menurut ahli
buaya, Brandon Sideleau, ada penjelasan yang jauh lebih masuk akal. Ia
berpendapat bahwa buaya dalam video tersebut kemungkinan sedang membawa makanan
di mulutnya.
Kalau kamu
pernah lihat buaya makan, mereka sering berputar di dalam air, terkadang dengan
kaki mengarah ke atas, karena mereka sedang mencoba menelan atau mengoyak
mangsanya. Ini disebut death roll—gerakan khas buaya saat menghabisi mangsa.
Profesor
Graham Webb, seorang zoologis dan peneliti buaya terkemuka, juga sependapat. Ia
menegaskan bahwa buaya nggak akan sampai meniru manusia tenggelam hanya untuk
berburu. Itu strategi yang terlalu kompleks bagi seekor reptil.
Kemungkinan
lain menurutnya adalah ekornya tersangkut sesuatu, sehingga gerakannya terlihat
aneh.
Pendapat
ketiga datang dari Forrest Galante, seorang ahli biologi satwa liar, pembawa
acara televisi, dan petualang asal Amerika Serikat.
Menurutnya
buaya itu sedang dalam keadaan terluka atau bahkan sudah mati, makanya
tangannya menghadap ke atas.
Kemungkinan
lainnya adalah buaya itu sedang menggunakan sensor tekanannya yang berada di
moncongnya untuk berburu tapi dalam posisi terlentang.
Mengapa Kita Suka Percaya Mitos Aneh Tentang Buaya?
Kalau
dipikir-pikir, ini bukan pertama kalinya manusia menciptakan cerita liar
tentang hewan. Ingat mitos ular piton yang disebut bisa hipnotis manusia? Atau
cerita harimau yang disebut bisa menghilang (harimau jadi-jadian ala legenda
lokal)?
Sebagian besar
dari kita memang suka mencari penjelasan dramatis untuk sesuatu yang kita tidak
pahami.
Video viral
yang memperlihatkan buaya berperilaku aneh ini bisa memicu spekulasi liar,
apalagi kalau dikombinasikan dengan budaya orang Indonesia yang memang doyan
hal-hal mistis dan seram. Sayangnya, sering kali kita terlalu cepat percaya
tanpa mencari fakta.
Buaya Itu Berbahaya, Tapi Mereka Nggak Licik
Sekarang,
jangan salah paham. Buaya tetaplah predator puncak yang harus
dihormati. Mereka bisa bertahan hidup lebih dari 70 tahun, memiliki kekuatan
gigitan yang luar biasa, dan mampu berenang ratusan kilometer untuk berburu
makanan. Tapi mereka berburu berdasarkan insting, bukan manipulasi psikologis.
Kalau kamu tinggal atau bepergian ke daerah yang dihuni buaya, hal paling penting adalah memahami kebiasaan mereka dan menghormati habitatnya.
Mereka tidak perlu trik
licik untuk menangkap mangsa, cukup dengan kesabaran dan kecepatan mereka yang
mengerikan saat menyerang.
Realita vs. Sensasi
Jadi apakah
buaya bisa berpura-pura tenggelam untuk memancing manusia masuk ke air?
Jawabannya tidak. Itu cuma salah satu dari banyak cerita berlebihan yang sering
muncul ketika kita mencoba memahami alam liar dengan sudut pandang manusia.
Meskipun begitu, tetap hati-hati kalau berada di sekitar habitat buaya. Mereka mungkin tidak pakai trik psikologis, tapi satu hal yang pasti: kalau kamu berada terlalu dekat, mereka nggak akan ragu untuk menyerang. Kalau sudah begitu, selamat tinggal dunia.